Minut – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Minahasa Utara, dr. Jane Symons, M.Kes. diwakili oleh Sekretaris DPPKB Minut, dr. Debby Montung, M.Kes., menghadiri rapat diskusi Identifikasi Potensi Penguatan Konvergensi Lintas Sektor Melalui Rancangan Aksi Mendukung Capaian Usulan Indikator Rancangan Perpres Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) di Balai Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, pada Jumat, 12 September 2025.

Rapat diskusi ini dihadiri oleh Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat (KGM) Bappenas, Firial Afra Raiza Mumanz.
Identifikasi potensi penguatan konvergensi lintas sektor melalui rencana aksi untuk mendukung capaian usulan indikator rancangan Perpres Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) bertujuan untuk memperkuat kegiatan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program penurunan stunting melalui koordinasi yang lebih baik, perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kemitraan dengan masyarakat dan swasta. Dengan demikian, target penurunan stunting dapat tercapai dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Minahasa Utara, dr. Debby Montung, M.Kes. menyampaikan komitmen Pemkab Minut, dalam hal ini DPPKB dalam mendukung upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa Utara.
“Pemkab Minut dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2022, angka prevalensi stunting di Minut mencapai 20,5%, namun pada tahun 2023 menurun drastis menjadi 10,9%. Bahkan, pada Maret 2024, angka stunting di Minut hanya 91 kasus dari sebelumnya 313 kasus pada tahun 2022”, ujar Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Minahasa Utara, dr. Debby Montung, M.Kes.
Lanjut dikatakannya, “Berbagai program unggulan Pemkab Minut telah dilaksanakan untuk mencapai target penurunan stunting, seperti Dapur CETUS JGKWL, Kampung Berkualitas, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), Bantuan Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Berencana (KB), Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING), BKB Kit Stunting, Kit Siap Nikah Anti Stunting, Satyagatra, dan pelaksanaan Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting”, jelasnya.
“Keberhasilan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa Utara tidak lepas dari kerja keras kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemkab Minut berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, Forkopimda, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat, untuk mencapai target penurunan stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, bahkan menjadi narasumber dalam seminar nasional tentang penurunan stunting di tingkat nasional.
Pemkab Minut juga menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas keberhasilan menurunkan angka stunting. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan Pemkab Minut dalam menangani stunting”, ujar Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Minahasa Utara, dr. Debby Montung, M.Kes.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bappeda Provinsi dan Minut, Kantor Perwakilan BKKBN Kemenduk, TPPS Sulut, BPBPK, Camat Talawaan Alexander Warbung, dan Hukum Tua Desa Mapanget. Rapat diskusi ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi potensi penguatan konvergensi lintas sektor dalam mendukung capaian indikator rancangan Perpres Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.( enol)
