Minut – Camat Talawaan Alexander Warbung menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. Ini disampaikandalam rapat diskusi Identifikasi Potensi Penguatan Konvergensi Lintas Sektor Melalui Rancangan Aksi Mendukung Capaian Usulan Indikator Rancangan Perpres Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) di Balai Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, pada Jumat, 12 September 2025.

“Sesuai dengan data dari setiap desa di Kecamatan Talawaan,Anak usia 0-23 bulan berjumlah 372, Anak usia 2-6 tahun berjumlah 1.127, Anak usia 7-9 tahun berjumlah 798, Anak usia 10-17 tahun berjumlah 1.450, Ibu hamil berjumlah 95 orang, Ibu menyusui berjumlah 177 orang
Calon Pengantin (catin) 9 orang, Wanita Usia Subur (WUS) 2.850 orang, dan berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten Minahasa utara di kecamatan Talawaan terdapat 7 anak yang teridentifikasi stunting”, urai Camat Alexander Warbung.

Lanjut dikatakannya, “Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan gizi anak. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam 1000 hari pertama kehidupan, membuat mereka rentan terhadap penyakit dan gangguan kesehatan jangka panjang. Stunting juga menurunkan kemampuan belajar anak, mempengaruhi prestasi sekolah, dan berdampak pada produktivitas di usia dewasa, sehingga menghambat terciptanya generasi unggul dan kompetitif. Kecamatan dan desa memiliki peran penting dalam mengkoordinasi program lintas sektor dan melaksanakan layanan dasar kepada masyarakat untuk mencegah dan menurunkan stunting.”
“Pelaksanaan layanan dasar untuk mencegah dan menurunkan stunting mencakup layanan kesehatan ibu dan anak, seperti pemantauan tumbuh kembang anak dan imunisasi dasar lengkap. Selain itu, juga terdapat layanan gizi dan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, serta promosi ASI eksklusif dan MPASI bergizi. Layanan air bersih dan sanitasi juga menjadi bagian penting, dengan edukasi perilaku hidup sehat dan bersih serta pembangunan jamban sehat. Layanan pendidikan dan pengasuhan juga diberikan, termasuk penyuluhan pola asuh anak dan edukasi persiapan remaja sebelum menikah. Semua layanan ini dikoordinasikan oleh kecamatan untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dan terintegrasi.”
“Rencana aksi untuk menurunkan stunting di Kecamatan Talawaan meliputi penyusunan rencana aksi kecamatan bersama desa, pembentukan tim percepatan penurunan stunting, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Program ini juga mencakup optimalisasi layanan dasar seperti Posyandu aktif dan terintegrasi, peningkatan kualitas edukasi gizi, sanitasi, dan pola asuh, serta jaminan layanan kesehatan ibu hamil dan balita. Selain itu, pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, peran kader dan masyarakat, serta kampanye perubahan perilaku juga menjadi bagian penting dari rencana aksi ini. Dengan koordinasi yang kuat dan sinergi lintas sektor, diharapkan target percepatan penurunan stunting dapat tercapai dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.” ujar Camat Talawaan Alexander Warbung. (enol)
