Tangier, Maroko– Komitmen Kabupaten Minahasa Utara dalam merawat kerukunan dan toleransi antarumat beragama mendapat pengakuan internasional. Bupati Dr. Joune J.E. Ganda tampil sebagai pembicara dalam forum UCLG World Assembly di Tangier, Maroko, bagian dari rangkaian United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress.

Minahasa Utara tercatat sebagai satu-satunya daerah dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang masuk dalam daftar finalis UCLG Peace Prize. Capaian ini menempatkan Minut sejajar dengan kota-kota dunia yang dinilai berhasil membangun perdamaian di tingkat lokal.
Dalam sesi intervention, Bupati Joune memaparkan pengalaman Minahasa Utara mengelola keberagaman masyarakat yang terdiri dari berbagai latar agama dan budaya.
“Keberagaman yang kami miliki bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen yang berkelanjutan dan kepercayaan antarwarga,” tegas Joune Ganda.
Ia menjelaskan strategi Pemkab Minut bertumpu pada tiga hal utama:
-Penguatan moderasi beragama di semua lapisan masyarakat
-Dukungan konkret terhadap aktivitas keagamaan lintas iman
-Pembukaan ruang dialog yang melibatkan tokoh agama, adat, dan masyarakat
Menurut Joune, tokoh agama merupakan mitra strategis pemerintah. Karena itu Pemkab terus memperkuat kemitraan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA).
“Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi kunci untuk mencegah munculnya gesekan sosial,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata, Pemkab Minut mengalokasikan anggaran khusus setiap tahun untuk:
– Insentif rohaniwandari semua agama
– Penguatan kelembagaan FKUB dan BKSAUA
-Bantuan rumah ibadah lintas agama
Joune menegaskan investasi pada kerukunan merupakan bagian dari pembangunan daerah. Suasana aman dan harmonis menjadi syarat utama mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus Likupang yang berstatus Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional.
“Menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan,” katanya.
Di hadapan pemimpin daerah dari berbagai negara, Joune menyampaikan bahwa pemerintah lokal memiliki peran penting membangun perdamaian dari bawah. Pengalaman Minahasa Utara membuktikan toleransi dan kolaborasi dapat menjadi fondasi pembangunan yang inklusif.
Partisipasi di UCLG World Assembly menjadi kesempatan memperkenalkan praktik baik Minahasa Utara ke komunitas internasional. Joune berharap nilai toleransi, persaudaraan, dan kerja sama dari Minut dapat memberi kontribusi bagi upaya perdamaian global.
UCLG Peace Prize adalah penghargaan internasional yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan inisiatif terbaik dalam pencegahan konflik, pembangunan perdamaian, dan rekonsiliasi pasca-konflik. (**)
