Minut – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bersama Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Minahasa Utara melakukan bakti sosial pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis di Klinik Chelyne Desa Laikit, pada Jumat, 23 Mei 2025.

Kepala Bidang KB dan Pro, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Meyvi Johana Tuegeh, M.Kes., mewakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Utara, dr. Jane Symons, M.Kes. mengatakan, “Bakti sosial pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis bertujuan untuk menunjang program Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak dengan menyediakan akses pelayanan KB yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat”, ujar Kepala Bidang KB dan Pro, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Meyvi Johana Tuegeh, M.Kes.
Plt Ketua IBI Minut, Bidan Merke Lengkong, SSTMKes. mengatakan, “Bakti sosial pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis kali ini kolaborasi DPPKB Kabupaten Minahasa Utara dengan Pengurus IBI Kabupaten Minahasa Utara dan Klinik Chelyne Desa Laikit
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Minahasa Utara dapat memperoleh akses pelayanan KB yang berkualitas dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menunjang program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat”, ujar Plt Ketua IBI Minut, Bidan Merke Lengkong, SSTMKes.
Pimpinan klinik Chelyne, Bidan Olly Koloay, STrKeb. mengatakan, “Pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) adalah jenis pelayanan kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan serta menghentikan kesuburan dalam jangka waktu lama. Metode ini meliputi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD, yang efektif dan aman untuk jangka waktu lama dan Implant, alat kontrasepsi yang ditanamkan di bawah kulit untuk mencegah kehamilan
Tujuan pelayanan KB MKJP adalah sebagai pengendalikan Jumlah Penduduk, menjaga keselamatan ibu dan anak serta kesejahteraan keluarga dan meningkatkan Kesehatan Reproduksi, mengurangi angka kehamilan tidak diinginkan dan meningkatkan kualitas hidup”, jelas Pimpinan klinik Chelyne, Bidan Olly Koloay, STrKeb.(**)
