Bupati Joune Ganda Perkuat Diplomasi Lingkungan, Proyek Sampah Mantehage-Nain Masuk Agenda ODA

Minut -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) merancang model pengelolaan sampah terintegrasi dengan ekowisata di Pulau Mantehage dan Pulau Nain. Program berbasis ekonomi sirkular ini diyakini akan menjaga daya tarik kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken sekaligus mendorong ekonomi warga.

Sustainable Community Development Based on Circular Waste Management in Island Areas of North Minahasa, Indonesia. Program ini menjadikan masyarakat pelaku utama pengelolaan sampah mulai dari pengurangan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah bernilai ekonomi. Tujuannya menyelesaikan persoalan sampah kepulauan sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.

Presentasi proyek disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minut, Sefferson Sumampouw, mewakili Sekda Minut dalam rapat tindak lanjut proyek Official Development Assistance (ODA). Rapat difasilitasi Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata DLH, Bappeda, Dinas Perkim, dan Dinas PUPR Minut. Inisiatif ini didorong Bupati Minut Dr. Joune James Esau Ganda, SE., MAP., MM., MSi, selaku anggota Executive Bureau UCLG ASPAC, Rapat daring digelar Kamis, 10 Juni 2026. Pemberitaan dirilis 11 Juni 2026.

Lokasi program di Pulau Mantehage dan Pulau Nain, Kabupaten Minahasa Utara. Kedua pulau berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara.

Sefferson menjelaskan, Pulau Mantehage dan Nain memiliki potensi wisata bahari dan ekowisata besar. Pengelolaan lingkungan yang baik menjadi kunci menjaga daya tarik wisata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. “Proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata. Kawasan wisata di Mantehage dan Nain diharapkan menjadi lebih bersih, sehat, dan menarik bagi wisatawan,” kata Sefferson.

Lewat skema ODA, Pemkab Minut menjajaki hibah Pemerintah Korea Selatan untuk pendanaan. Kadispar Jein Barantian menegaskan dukungan penuh karena kualitas lingkungan menentukan keberhasilan pariwisata. “Dinas Pariwisata siap berkolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan mitra internasional. Kami optimistis program ini memperkuat citra Minahasa Utara sebagai destinasi wisata bahari yang bersih, lestari, dan berkelas dunia,” ujar Jein.

Bupati Joune Ganda menambahkan, kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak mewujudkan kawasan kepulauan yang bersih dan berdaya saing. “Proyek ini diharapkan memperoleh dukungan pendanaan sehingga mempercepat sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, serta mendukung ekowisata sebagai bagian dari kawasan pariwisata unggulan Sulawesi Utara,” kata Bupati.

Kolaborasi lintas sektor ini ditargetkan melahirkan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi wilayah kepulauan lain di Indonesia.(**)