Program GENTING Berbagi Kasih: Upaya Konkret Mengatasi Stunting di Minahasa Utara

Minut – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus berupaya mengatasi masalah stunting. Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sebuah inisiatif untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Program GENTING Berbagi Kasih memberikan makanan tambahan kepada keluarga yang membutuhkan di Desa Desa Kema 3, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara.

Kepala Dinas DPPKB Minut, dr. Jane Symons, M.Kes., diwakili oleh Kepala Bidang KSPK Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga, Helena Karundeng, SE., MAP., mengatakan
“Program GENTING Berbagi Kasih menunjukkan kepedulian dan solidaritas sosial untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dalam kesehatan dan kesejahteraan, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Program GENTING Berbagi Kasih memberikan makanan tambahan kepada keluarga yang membutuhkan di Desa Desa Kema 3. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan gizi dan kualitas hidup keluarga berisiko stunting”, ujar Helena Karundeng, SE., MAP.

“Program GENTING menyasar keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah dua tahun (Baduta), dan anak usia 24-59 bulan. Bantuan yang diberikan dapat berupa Paket Nutrisi seperti makanan sehat dan bergizi, Fasilitas Sanitasi, Layanan Kesehatan, dan Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program GENTING merupakan contoh kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya percepatan penurunan stunting. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dalam kesehatan dan kesejahteraan.

Program GENTING diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Minahasa Utara. Dengan meningkatkan gizi dan kualitas hidup keluarga berisiko stunting, program ini dapat membantu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia”, ujar Helena Karundeng, SE., MAP. (**)