Pemkab Minut Matangkan LTF 2026, Angkat Budaya Tonsea & DPSP Likupang

Minut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) terus mematangkan penyelenggaraan Likupang Tourism Festival atau LTF 2026. Event promosi pariwisata super prioritas dan budaya lokal bumi Tonsea ini akan digelar di Pantai Pal, Desa Marinsow, Likupang, selama tiga hari pada 29-31 Juli 2026.

Rapat perdana penyelenggaraan LTF 2026 digelar Senin, (8/6/2026). Rapat dibuka langsung Sekretaris Daerah Ir. Novly Wowiling yang mewakili Bupati Joune Ganda.

Dalam arahannya, Sekda Novly Wowiling menegaskan LTF adalah agenda rutin Pemkab Minut untuk mendukung Likupang sebagai Destinasi Super Prioritas Nasional atau DPSP.

“Dalam rapat ini kami kaji dan evaluasi kegiatan mana yang akan dilanjutkan. LTF merupakan agenda tahunan Pemkab Minut untuk mendukung pemerintah pusat menjadikan Likupang DPSP. Kita bersyukur status Likupang sebagai DPSP nasional tetap dipertahankan,” ujar Novly.

Ia menambahkan, trend LTF dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan positif. Parameternya terlihat dari jenis kegiatan yang konsisten mengangkat kearifan lokal dan budaya Tonsea, serta jumlah kunjungan wisatawan lokal hingga internasional yang terus naik.

“Waktu lalu Bupati Joune Ganda memparalelkan LTF dengan kegiatan APKASI. Kegiatannya level kabupaten, tapi gaungnya sampai tingkat nasional dan itu berhasil. Semoga tahun ini bisa dilakukan dengan hal yang sama. Segala kemungkinan kita persiapkan,” lanjut Sekda.

Novly juga menekankan seluruh OPD wajib all out mendukung. “Perlu disampaikan, setiap event Pemkab Minut seluruh OPD all out dalam mendukung suksesnya event tersebut. Kita berharap LTF 2026 berjalan sesuai rencana, sukses, dan dikemas berbeda dengan tahun lalu,” tegasnya.

Ketua Panitia LTF 2026 Samuel Ray Dondokambey menyebut festival tahun ini dikemas berbeda. LTF yang sudah jadi agenda tahunan Pemkab Minut ditargetkan semakin dikenal hingga kancah nasional.

“Agenda ini berlangsung setiap tahun dan akan mengangkat pariwisata Minahasa Utara. Dengan rangkaian agenda yang dibicarakan, LTF bisa lebih dikenal lagi sampai tingkat nasional. Lewat kegiatan ini UMKM masyarakat Minut khususnya Likupang bisa terdongkrak,” jelas Samuel.

LTF 2026 akan menampilkan atraksi unggulan. Festival budaya, tarian tradisional, kolintang, dan masamper jadi daya tarik utama nuansa Tonsea.

Sisi olahraga dimeriahkan pacuan perahu atau roda sapi, motorcross, lomba batobo, dan padel boat. Atraksi laut, parade kostum nasional, hingga kuliner bakar ikan khas Likupang juga disiapkan. Seluruh rangkaian masuk kalender Karisma Event Nusantara Kemenparekraf.

Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian menambahkan, LTF konsisten mengangkat kearifan lokal setiap tahun. “Melihat dari tahun ke tahun LTF menunjukkan tren positif. Parameternya kegiatan mengangkat budaya lokal dan kunjungan wisatawan lokal bahkan internasional terus meningkat. Karena itu tren ini patut dipertahankan,” ujar Jein.

Ia juga mengapresiasi strategi Bupati Joune Ganda memparalelkan LTF dengan APKASI. “Kegiatannya level kabupaten tapi gaungnya tingkat nasional. Semoga tahun ini bisa diulang seperti tahun-tahun sebelumnya. Segala kemungkinan kita persiapkan,” katanya.

Dengan LTF sebagai agenda tahunan pendukung DPSP, Pemkab Minut optimistis pariwisata Likupang semakin dikenal. Dampaknya langsung dirasakan pada penguatan ekonomi UMKM masyarakat. (enol)