Celebestoday.id-Menghadapi kemarau panjang yang memicu kenaikan harga komoditas pangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Airmadidi, Senin (10/10).
Melalui Dinas Pangan, menyalurkan cabai rawit bersubsidi seharga Rp90.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara, Novly Wowiling yang memimpin langsung pelaksanaan GPM mengatakan, intervensi ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Ketika harga komoditas mengalami kenaikan signifikan, pemerintah perlu hadir. Kehadiran pasar murah diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Sekda Novly Wowiling.
Pada pelaksanaan tersebut, sebanyak 150 kilogram cabai rawit disalurkan langsung kepada konsumen di Pasar Tradisional Airmadidi.
Sekda Novly Wowiling menjelaskan, lonjakan harga cabai rawit tidak terlepas dari terbatasnya pasokan akibat cuaca panas ekstrem yang memengaruhi produksi di sejumlah daerah. Untuk itu, Pemkab Minut terus mengupayakan ketersediaan pasokan dari wilayah penghasil.
Selain operasi pasar, Pemkab Minut juga menyiapkan langkah lanjutan untuk stabilisasi harga. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menjalin kerja sama dengan jaringan ritel modern dan supermarket.
“Pemerintah daerah akan menjajaki skema subsidi bagi pedagang agar harga jual kepada konsumen tetap lebih rendah dibandingkan harga pasar,” tuturnya.
Skema tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap komoditas bersubsidi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang.
Untuk jangka menengah, Pemkab Minut mendorong penguatan produksi pangan lokal. Salah satunya melalui Gerakan Kebun Korpri yang melibatkan ASN dalam penanaman cabai, serta mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya cabai mandiri.
“Metode ini menjadi alternatif menghadapi musim kemarau, terutama ketika ketersediaan air dan lahan menjadi kendala,” jelas Sekda Novly
Pemkab Minut berencana mengevaluasi pelaksanaan operasi pasar dan gerakan tanam cabai secara berkelanjutan hingga Desember 2026.
Melalui kombinasi pengendalian harga dan penguatan produksi lokal, pemerintah daerah menargetkan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, tekanan inflasi dapat ditekan, serta daya beli masyarakat terlindungi. (enol)
