Nelayan Minut Macbul Budiman Kembali ke Indonesia Setelah Hanyut 116 Hari di Samudra Pasifik

Minut – Penantian panjang keluarga Macbul Budiman, 42, akhirnya berakhir. Nelayan asal Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, itu tiba dengan selamat di Tanah Air pada Jumat, 26/6/2026, setelah dinyatakan hilang selama 116 hari di Samudra Pasifik.

Macbul, yang akrab disapa Makmur, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Biak, Papua, pada akhir Februari 2026. Perahu yang ditumpanginya kehilangan arah akibat cuaca ekstrem dan gangguan navigasi, hingga terbawa arus hingga ke kawasan Pasifik.

Perjalanan tanpa kepastian itu berakhir di Republik Nauru, negara kepulauan di Pasifik Tengah. Otoritas Nauru menemukan Macbul dan segera mengevakuasi serta merawatnya di rumah sakit setempat.

Keberadaan Macbul pertama kali diketahui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva, Fiji, melalui laporan seorang dokter WNI yang bertugas di Nauru. Setelah dipastikan dalam kondisi stabil, KBRI berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengurus dokumen perjalanan dan proses repatriasi.

“Setelah melewati sejumlah negara transit, saudara Macbul tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sore tadi. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara langsung mengambil alih pendampingan,” demikian keterangan resmi Pemkab Minahasa Utara.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE, MAP, MSi, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan warganya.

“Ia adalah warga Minahasa Utara yang mengalami musibah saat bekerja di wilayah Papua hingga akhirnya terdampar di Nauru. Puji syukur kepada Tuhan, beliau dapat diselamatkan dan kini telah kembali ke Indonesia,” ujar Joune.

Ia juga mengapresiasi KBRI Suva, kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, pendampingan, hingga pemulangan.

“Kerja sama berbagai lembaga ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi WNI yang mengalami musibah di luar negeri,” tegasnya.

Usai menyelesaikan administrasi di Jakarta, Macbul dijadwalkan bertolak ke Sulawesi Utara untuk bertemu keluarganya di Desa Lansa. Keluarga mengaku telah menanti kepulangannya sejak Februari lalu, tanpa kepastian keberadaan Macbul.

Kisah Macbul menjadi catatan perjuangan bertahan hidup di tengah luasnya Samudra Pasifik. Ia berhasil bertahan selama hampir empat bulan hingga akhirnya ditemukan dan dipulangkan melalui koordinasi pemerintah dan perwakilan RI di luar negeri.( **)