Minut – Kepada Hukum Tua se-Kecamatan Wori, mari kita bekerja sama dalam upaya penanganan stunting, dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak, untuk mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, memprioritaskan penanganan stunting melalui berbagai program unggulan.

Ini dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Jane Symons, M.Kes. saat menggelar
Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, yang diselenggarakan di Desa Lantung, Kecamatan Wori, pada Kamis, 10 Juli 2025.
Lanjut dikatakannya, “Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting bertujuan untuk membahas tentang bagaimana menangani Stunting mulai dari pencegahan yang di lakukan pada Keluarga Beresiko Stunting sampai pada penanganan langsung Anak Stunting dengan bekerja sama melibatkan stakeholder terkait baik Pemerintah, CSR, para GENTING (GERAKAN ORANG TUA ASUH CEGAH STUNTING) sehingga Angka Kasus Stunting di Kabupaten Minahasa Utara bisa turun.

Dalam upaya penanganan, pencegahan dan penurunan stunting, beberapa program yang dapat dilakukan adalah yang pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), program ini bertujuan untuk mempercepat pencegahan stunting melalui keterlibatan masyarakat, terutama orang tua asuh, hukum tua dan kader-kader dalam membantu keluarga rentan stunting dengan bantuan yang sesuai kebutuhan.
Kedua, Taman Asuh Anak (Tamasya), program ini menciptakan lingkungan ramah anak dengan menyediakan pengasuhan yang terverifikasi bagi anak-anak, sehingga dapat membantu mencegah stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang ana”, jelas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Jane Symons, M.Kes. didampingi Masye Sofie Mekel, SE., Kabid Dalduk dan ADPIN Bidang Pengendalian Penduduk dan Advokasi Pergerakan Informasi.
Lanjut dikatakannya, “Yang ketiga, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GatI), program ini menguatkan peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis dan membantu mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi ayah dalam pengasuhan anak.
Yang keempat, Lansia Berdaya, meskipun tidak secara langsung terkait stunting, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia agar tetap aktif dan produktif, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas keluarga dan masyarakat.
Yang kelima, AI Super Apps tentang Keluarga, program ini menggunakan teknologi modern untuk mendukung program pembangunan keluarga, termasuk pencegahan stunting, dengan menyediakan edukasi seputar parenting dan informasi penting lainnya.
Program-program ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Minahasa Utara, di Kecamatan Wori khususnya dan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat”, ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Jane Symons, M.Kes.
Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dihadiri oleh Kepala Dinas PPKB Minut, Camat, Kapolsek Wori Ipda Muhamat Arya All Afandi STrk, Mewakili Danramil Serma Engelhard Baweleng, Babinsa Sertu Sonny M, Kepala Puskesmas, para Hukum Tua, Tim Pendamping Keluarga, TP.PKK Kecamatan, Balai Penyuluh Pertanian, PLKB dan Bidang Dalduk.
Pada kesempatan itu juga Penyerahan bantuan dari Orang Tua Asuh yang Genting merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang bertujuan memberikan dukungan kepada keluarga kurang mampu yang memiliki risiko tinggi terhadap stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun. Penyuluh KB Kecamatan Wori Altji Pilat, SE. kepda Baduta Brigilio C Uniwaly. (enol)
