IPM dan AHH di Minut Naik 3 Tahun Berturut-turut, Bupati Joune Ganda Ungkap Tiga Kunci Keberhasilan

Celebestoday-.id- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JGKWL) mencatatkan tren positif pembangunan manusia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Utara, Angka Harapan Hidup (AHH) terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2023 sebesar 74,50 tahun, naik menjadi 74,70 tahun pada 2024, dan kembali naik menjadi 75,02 tahun pada 2025.

Peningkatan AHH tersebut turut mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minahasa Utara selama tiga tahun berturut-turut, yakni 76,50 pada 2023, 77,05 pada 2024, dan 77,76 pada 2025.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil dari intervensi serius di sektor kesehatan yang dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, ada tiga faktor utama yang mendorong kenaikan AHH dan IPM.

Pertama, peningkatan kualitas layanan medis. Pemkab Minut melakukan perluasan jangkauan Puskesmas, menghadirkan dokter spesialis, serta perbaikan fasilitas rumah sakit daerah.

“Selain ketersediaan tenaga medis, saat ini semua Puskesmas di Minut telah disiapkan ambulans, termasuk ambulans terapung untuk wilayah kepulauan,” ujar Bupati Joune Ganda.

Kedua, keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini cakupan kepesertaan JKN di Minut telah mencapai 221.759 jiwa atau 99,11 persen dari total penduduk.

“Soal sakit pasti torang semua tidak inginkan, namun jika sakit silahkan berobat di faskes yang disiapkan. Soal kepesertaan BPJS yang tidak aktif akan diaktifkan secara cepat dan gratis,” tegas Joune.

Capaian cakupan JKN hingga 99 persen tersebut turut mengantarkan Minahasa Utara meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya.

Ketiga, fokus pada kesehatan ibu dan anak. Joune menyebut, jika fasilitas, layanan dan akses kesehatan membaik, risiko kematian dapat ditekan.

“Untuk pembangunan kesehatan ibu dan anak, parameternya terlihat atas keberhasilan dalam menurunkan angka stunting, pemenuhan gizi, serta penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi,” jelasnya.

Bupati yang juga Sekjen Apkasi ini menambahkan, kenaikan AHH menjadi indikator kuat membaiknya kualitas kesehatan masyarakat.

“Program JKN bertujuan untuk memberikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Banyak masyarakat Minut peserta JKN yang merasa sangat terbantu. Layanan publik dasar bidang kesehatan ini telah berdampak kepada masyarakat, dan ke depan akan lebih kami sempurnakan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Minahasa Utara Vonny Adel Rumimpunu memberikan apresiasi atas komitmen pembangunan pro-rakyat tersebut, khususnya program JKN.

“Komitmen Pemkab Minut ini sangat luar biasa, kami DPRD sangat salut dan mendukung. Ke depan kami berharap perlu peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan yang lebih baik lagi,” ujar Vonny. (enol)