Bupati Minahasa Utara Paparkan Penyesuaian KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025

Minahasa Utara – Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, memaparkan penyesuaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Minut. Perubahan KUA dan PPAS ini diprioritaskan untuk program strategis pembangunan alun-alun dan penataan Kota Airmadidi.

 

Perubahan KUA dan PPAS tahun anggaran 2025 serta pembahasan tingkat II Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD 2025-2029 telah disetujui oleh lima fraksi DPRD Minut. Penandatanganan perubahan KUA dan PPAS dilakukan oleh pimpinan dewan dan Bupati Joune Ganda.

Bupati Joune Ganda memaparkan bahwa perubahan KUA-PPAS dilakukan untuk mengakomodasi hasil pemeriksaan BPK RI, memanfaatkan SILPA 2024 bagi kegiatan prioritas, menyesuaikan belanja daerah yang bersifat mendesak, serta mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan penyediaan infrastruktur pelayanan publik. Dua program strategis menjadi fokus utama perubahan KUA-PPAS, yaitu:

– Pembangunan alun-alun di pusat pemerintahan
– Penataan Ibukota Airmadidi dengan pembangunan jalur pedestrian dan perbaikan drainase

 

– Pendapatan diproyeksikan sebesar Rp1.057.169.340.954,00, berubah menjadi Rp1.033.209.452.954,00, berkurang Rp23.959.888.000,00
– Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp1.059.169.340.954,00, menjadi sebesar Rp1.081.905.465.781,00, bertambah Rp22.736.124.827,00

 

Bupati Joune Ganda memberikan apresiasi kepada DPRD, khususnya pimpinan dan anggota Pansus RPJMD, atas berbagai masukan yang memperkuat arah kebijakan. Masukan tersebut meliputi:

– Pemekaran desa/kelurahan
– Pengembangan produk unggulan peternakan
– Program perlindungan sosial bagi lansia
– Intervensi langsung pada program perangkat daerah

Bupati mengajak seluruh masyarakat Minahasa Utara untuk menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan toleransi, sekaligus menyukseskan peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI. “Marilah kita jaga keamanan, ketentraman, persatuan, kesatuan, dan toleransi di masyarakat Kabupaten Minahasa Utara,” pungkasnya. (**)