celebestoday.id-Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune J.E. Ganda mendapat undangan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia untuk menghadiri rapat kolaborasi dan kerja sama strategis multisektor dalam pembangunan desa dan perdesaan bersama China Investment Association.
Undangan tersebut tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 134/PDP.03.04/X/2026 tertanggal 16 Oktober 2026. Rapat berlangsung pada Senin (19/10/2026), pukul 09.00 WIB, di Operational Room, Gedung Utama Kemendes PDT, Jalan TMP Kalibata Nomor 17, Jakarta Selatan.
Pertemuan ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan daerah, terutama kelapa, sekaligus mendorong pengembangan industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Bupati Joune Ganda mengatakan, hilirisasi kelapa merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Minahasa Utara. Menurutnya, pengembangan kelapa tidak boleh berhenti pada produksi dan penjualan bahan mentah, tetapi harus diarahkan pada pengolahan yang menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Hilirisasi kelapa akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bupati Joune Ganda.
Ia menilai, penguatan industri pengolahan kelapa juga berpotensi memperkokoh posisi Minahasa Utara sebagai salah satu sentra kelapa di Indonesia. Karena itu, peluang kerja sama dengan mitra internasional perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar, membuka jaringan perdagangan, dan mendorong pengembangan produk turunan kelapa.
“Dengan pengolahan yang semakin berkembang dan akses pasar yang lebih luas, potensi kelapa daerah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, serta masyarakat Minahasa Utara,” lanjutnya.
Minahasa Utara selama ini dikenal dengan julukan Primadona Kelapa, sejalan dengan karakter wilayahnya yang memiliki kawasan perkebunan luas. Selain kelapa, daerah ini juga memiliki komoditas unggulan lain seperti pala dan jagung, yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Berdasarkan data wilayah, Minahasa Utara memiliki luas sekitar 105.924 hektare, terdiri atas 10 kecamatan, 125 desa, dan 6 kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai 237.710 jiwa. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu penopang perekonomian daerah, berdampingan dengan industri pengolahan dan pariwisata.
Di sektor industri, pengolahan kelapa dan pala dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta perluasan jaringan pemasaran. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas, tetapi juga membuka peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja di kawasan perdesaan.
Sementara itu, sektor pariwisata, khususnya kawasan Likupang yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), turut menjadi potensi pendukung pertumbuhan ekonomi Minahasa Utara.
Bupati Joune Ganda berharap, penguatan kerja sama lintas sektor dapat membuka ruang bagi daerah untuk mengembangkan potensi unggulan secara lebih terarah. Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi produktif, peningkatan kesejahteraan petani, dan penciptaan kesempatan kerja.
Selain Bupati Minahasa Utara, undangan pertemuan tersebut juga ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah serta para bupati dari Nias Utara, Indragiri Hilir, Lombok Utara, dan Tulungagung.
Melalui agenda ini, pemerintah daerah diharapkan dapat menjajaki peluang kemitraan strategis dengan pihak ketiga, khususnya dalam pengembangan ekonomi desa dan pembukaan akses perdagangan bagi produk unggulan daerah ke pasar internasional. (enol)
