MINUT+ Sebanyak 36 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara resmi menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar) tahun 2026. Penutupan agenda penguatan kompetensi tersebut digelar di Kampus Integritas BPSDMD Sulawesi Utara, Desa Watutumou, Jumat (8/5/2026).

Plt Kepala BKPSDM Minahasa Utara, Drs. Jossy C. Kawengian, MAP, dalam laporannya menyampaikan bahwa 36 peserta yang terdiri dari 21 laki-laki dan 15 perempuan telah menjalani proses pembelajaran selama 21 hari. Total 511 jam pelajaran ditempuh melalui metode klasikal maupun nonklasikal guna mengasah profesionalisme ASN muda.

“Fokus utama Latsar ini adalah membangun karakter ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dan pemahaman mendalam terkait nilai-nilai dasar bela negara,” tegas Jossy.

Ia menambahkan, kurikulum pelatihan telah disesuaikan dengan UU Nomor 20 Tahun 2023. Penyesuaian ini bertujuan agar para aparatur mampu beradaptasi dengan konsep _smart governance_ dan memiliki kompetensi sosial kultural yang kuat dalam melayani masyarakat. Seluruh biaya kegiatan dialokasikan melalui DPA BKPSDM Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, http://M.Si menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas administratif untuk mengubah status kepegawaian.

“Pelatihan ini merupakan fondasi krusial untuk membentuk pola pikir, karakter, dan budaya kerja ASN yang profesional serta berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Bupati Joune.
Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara, widyaiswara, dan para peserta atas disiplin serta tanggung jawab selama mengikuti seluruh tahapan kurikulum. Ia berharap seluruh lulusan mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Nilai-nilai ini harus menjadi kompas dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan saat kembali ke unit kerja masing-masing,” lanjutnya.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, para CPNS dituntut tidak hanya bekerja secara rutinitas, tetapi juga berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi demi menjawab ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah.
“Pemkab Minahasa Utara menaruh harapan besar agar para lulusan ini menjadi motor penggerak atau agen perubahan yang membawa semangat baru dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani,” terang Bupati.
Selain kompetensi teknis, Bupati menekankan aspek integritas sebagai sorotan utama. Para aparatur diingatkan untuk menjunjung tinggi kejujuran, menjaga etika profesi, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan yang dapat mencederai marwah institusi.
Mengakhiri sambutan, Bupati menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-ASN untuk menciptakan kinerja optimal. Keberhasilan menyelesaikan Latsar ini diharapkan menjadi modal kuat bagi para CPNS untuk berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan di Kabupaten Minahasa Utara.( **)
