13 Negara Eropa Dukung Akselerasi Ekonomi Biru di Minahasa Utara

Minut – Kabupaten Minahasa Utara menjadi pusat perhatian internasional setelah menerima kunjungan 13 Duta Besar negara Uni Eropa. Agenda ini difokuskan pada percepatan pengembangan Blue Economy atau Ekonomi Biru di wilayah pesisir Minut.

Kunjungan delegasi dipimpin langsung Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan berlangsung di Hotel Paradise, Minahasa Utara, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 16 Juli 2026.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, menyebut kehadiran para diplomat menandai kepercayaan dunia internasional terhadap potensi kelautan daerah.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Minahasa Utara, kami menyambut baik kunjungan resmi 13 negara Eropa ini. Ini adalah kehormatan besar bagi kami,” ujar Bupati Joune Ganda.

Delegasi Uni Eropa datang untuk meninjau langsung sejumlah titik pesisir yang menjadi lokus program kerja sama dengan World Bank dan Bank Pembangunan Jerman (KfW).

Tujuan utama kunjungan adalah mematangkan program keberlanjutan jangka panjang berbasis pengelolaan sumber daya laut yang bijak.

“Mereka ingin melihat langsung potensi unik kita yang masuk dalam program kerja sama internasional. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal tanpa merusak ekosistem,” jelas Joune Ganda.

Melalui skema terintegrasi ini, masyarakat pesisir di Sulawesi Utara akan mendapatkan pendampingan untuk mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Salah satu intervensi penting adalah penghentian praktik overfishing atau penangkapan ikan berlebihan.

“Bagaimana memastikan nelayan hidup layak dengan mengoptimalkan potensi laut, tanpa harus mengeksploitasi secara berlebihan. Program ini diproyeksikan menjadi pilot project yang akan direplikasi di daerah pesisir lain di Indonesia,” tambahnya.

Joune Ganda mengungkapkan, terpilihnya Minahasa Utara sebagai lokasi percontohan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Uni Eropa telah melakukan riset dan pemantauan independen terhadap daerah yang aktif dalam isu lingkungan.

Sejumlah capaian internasional Minut menjadi pertimbangan utama, antara lain:
– Keaktifan Pemkab Minut dalam jaringan _United Cities and Local Governments_ (UCLG)
– Masuk 5 besar finalis penghargaan dunia kategori _Fish Prize_ di Maroko
– Penerima pendanaan global _Youth Climate Action Fund_ dari Bloomberg Philanthropies

“Rekam jejak dan prestasi internasional inilah yang menjadi daya tarik. Itu sebabnya mereka memutuskan untuk datang langsung ke Minahasa Utara,” kata Joune Ganda

Bupati juga menyebut kunjungan ini berlangsung secara natural tanpa persiapan khusus. Pihak Pemkab baru menerima konfirmasi kedatangan satu hari sebelumnya.

“Mereka datang untuk melihat realitas di lapangan dan mendengar langsung dari masyarakat. Bahkan beberapa Duta Besar, seperti Dubes Belgia, membawa keluarga karena terkesan dengan keramahan warga dan kekayaan biodiversitas di Coral Triangle,” pungkasnya. (**)