PT Archi Indonesia dan PT GMA Gandeng SMKN 1 Likupang Timur Siapkan Tenaga Siap Kerja Tambang Lewat Program Pembelajaran Berbasis Industri

Likupang Timur – PT Archi Indonesia melalui PT. MSM/TTN menjalin kolaborasi dengan PT. Geopersada Mulia Abadi dalam Program Kemitraan Pembelajaran Berbasis Industri. Program ini resmi dibuka pada Kamis, (27/08/2026) dan menyasar siswa SMKN 1 Likupang Timur sebagai bagian dari penerapan Pilar Pemberdayaan Masyarakat bidang Pendidikan.

Kolaborasi ini dilatarbelakangi kebutuhan industri tambang akan tenaga kerja terampil dan siap pakai, khususnya operator alat berat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, program ini menggandeng SMKN 1 Likupang Timur dengan fokus pada siswa kelas X dan kelas XII jurusan Teknik Alat Berat.

Selama 7 bulan ke depan, para siswa akan mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga berpengalaman PT. Geopersada Mulia Abadi sebanyak 4 kali dalam sebulan. Setelah pelatihan, para peserta akan melanjutkan dengan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebelum terjun ke industri pertambangan.

“Program kolaborasi antara Pendidikan dan dunia Industri ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga siap kerja di industri pertambangan yang kompeten mengoperasikan beragam alat berat. Pelatihan akan diberikan oleh tenaga profesional dari PT. GMA dan dilaksanakan setiap hari Kamis selama 7 bulan,” ungkap Slamet Lasyono, Program Leader Gerakan GMA Mengajar.

Camat Likupang Timur, Novice Sigarlaki, S.E., mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai program ini memberi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas.

“Program ini memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mempraktikkan teori yang didapat dan tidak hanya belajar teori saja. Para pelajar diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sambil meningkatkan kompetensi agar selain punya kesempatan bekerja di perusahaan tambang, juga dapat membuka lapangan pekerjaan secara mandiri dan berkarya secara profesional,” kata Novice Sigarlaki, S.E.

Dari pihak sekolah, Kepala SMKN 1 Likupang Timur, Julius Pandeiroth, menyampaikan terima kasih atas dukungan PT. MSM-TTN dan PT. GMA. Sebanyak 54 siswa tercatat mengikuti pelatihan dalam program Sekolah Binaan Industri Teknik Alat Berat ini.

“Ada sebanyak 54 pelajar yang tercatat mengikuti pelatihan dalam program Sekolah Binaan Industri Teknik Alat Berat. Program ini tentunya sangat bermanfaat dalam menyiapkan pelajar yang unggul dan siap memasuki dunia kerja,” pungkas Julius Pandeiroth.

Kegiatan pembukaan turut dirangkaikan dengan simulasi pembelajaran “Serba-Serbi Teknik Alat Berat” dengan materi yang disampaikan langsung oleh instruktur dari PT. Geopersada Mulia Abadi.

Dengan adanya program ini, PT Archi Indonesia melalui PT. MSM/TTN dan PT. GMA berharap dapat mencetak lulusan vokasi yang kompeten, sekaligus memperkuat rantai pasok tenaga kerja lokal untuk industri pertambangan di wilayah Likupang Timur dan sekitarnya.