Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Minahasa Utara, Kerja Sama dan Inovasi untuk Generasi yang Sehat dan Cerdas

Minut – Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tahap satu telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Utara. Mini Lokakarya yang ditiap Kecamatan dihadiri oleh Camat dan Hukum Tua bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam upaya penanganan stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Jane Symons, M.Kes, menyatakan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung. “Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak, sehingga kita dapat mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya pada Jumat, 11 Juli 2025.

Mini Lokakarya ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana menangani Stunting mulai dari pencegahan yang di lakukan pada Keluarga Beresiko Stunting sampai pada penanganan langsung Anak Stunting dengan bekerja sama melibatkan stakeholder terkait baik Pemerintah, CSR, para GENTING (GERAKAN ORANG TUA ASUH CEGAH STUNTING) sehingga angka kasus Stunting di Minut bisa turun sampai 1 digit.

Mini Lokakarya membahas strategi penanganan stunting mulai dari pencegahan hingga penanganan langsung pada anak stunting. Beberapa program unggulan yang diluncurkan untuk menurunkan angka stunting adalah:

1. *Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)*: Program ini bertujuan untuk mempercepat pencegahan stunting melalui keterlibatan masyarakat, terutama orang tua asuh, hukum tua, dan kader-kader dalam membantu keluarga rentan stunting.
2. *Taman Asuh Anak (Tamasya)*: Program ini menciptakan lingkungan ramah anak dengan menyediakan pengasuhan yang terverifikasi bagi anak-anak, sehingga dapat membantu mencegah stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
3. *Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GatI)*: Program ini menguatkan peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis dan membantu mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi ayah dalam pengasuhan anak.
4. *Lansia Berdaya*: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia agar tetap aktif dan produktif, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas keluarga dan masyarakat.
5. *AI Super Apps tentang Keluarga*: Program ini menggunakan teknologi modern untuk mendukung program pembangunan keluarga, termasuk pencegahan stunting, dengan menyediakan edukasi seputar parenting dan informasi penting lainnya.

Program-program ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Minahasa Utara dan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

Dengan adanya kerja sama dan program-program ini, diharapkan Kabupaten Minahasa Utara dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan stunting dan pembangunan keluarga”, ujar Kepala DPPKB Minut dr. Jane Symons, M.Kes. (enol)