UCLG ASPAC, Bupati Joune Ganda Angkat Potensi Wisata Hutan Mangrove di Desa Palaes

 

Delegasi United Cities And Local Governments (UCLG) Asia Pacific (Aspac) berkunjung ke Destinasi Wisata Hutan Mangrove dan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman Mangrove di Desa Wisata Bahari Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, pada Jumat, 07 Juni 2024.

Bersih-bersih Pantai dan Penanaman Mangrove Delegasi United Cities And Local Governments (UCLG) Asia Pacific (Aspac) juga bersama Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF).

Kedatangan para Delegasi United Cities And Local Governments (UCLG) Asia Pacific (Aspac) dan Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novlly Wowiling bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, dan disambut dengan kesenian budaya daerah Minahasa Utara, tarian Maengket dan musik tradisional keroncong mama juga disuguhi jamuan kuliner khas Minahasa Utara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si. dalam sambutannya mengatakan, “Mengucapkan terima kasih kepada Director CTI-CFF bersama Delegasi Executive Meeting Bureau UCLG ASPAC berbagai negara yang datang, melihat keindahan wisata hutan mangrove yang ada di sini dan melakukan bersih-bersih sampah plastik.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, akan lebih mengelola Kawasan Lindung Laut (MPA), termasuk penggunaan dan pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat.
Melaksanakan langkah-langkah adaptasi perubahan iklim untuk sumber daya laut dan pesisir, serta Memperbaiki status spesies terancam lewat Koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minahasa Utara, Jack Y.R. Paruntu, SE., MPd. mengatakan, “Ini berkat Bupati Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si. yang berkerja sama dengan Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) untuk mempertahankan sumber daya laut dan pesisir, untuk kemajuan Minahasa Utara.

Banyak program dari CTI-CFF yang kami dapat dan boleh kami tingkatkan antara lain mengatasi ancaman terhadap ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dengan kedatangan CTI-CFF sebagai organisasi yang bergerak dibidang konservasi keanekaragaman hayati laut dan pesisir untuk melestarikan terumbu karang, banyak manfaat bagi kami Dinas Kelautan dan Perikanan.

Kemitraan yang luar biasa ini yang dilakukan Bupati Joune Ganda untuk menangani isu-isu penting, seperti keamanan pangan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati laut.
Segitiga terumbu karang atau Coral Triangle adalah pusat kehidupan laut dunia, yang mencakup sekitar 6 juta kilometer persegi lautan di enam negara di Asia-Pasifik, yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste.
Segitiga terumbu karang menjadi rumah bagi 76 persen spesies terumbu karang yang dikenal di dunia. Selain itu juga menjadi rumah bagi 37 persen spesies ikan terumbu karang dunia dan spesies komersial berharga seperti tuna, paus, lumba-lumba, pari, hiu, termasuk enam dari tujuh spesies penyu laut yang dikenal di dunia”, jelas Kadis Kelautan dan Perikanan Minut, Jack Y.R. Paruntu.

Executive Director CTI-CFF Regional
Secretariat, Dr. Frank Griffin mengatakan, “Bersih-bersih Pantai dan Penanaman Mangrove dalam rangka CORAL TRIANGLE DAY 2024. Tujuan utama CTI-CFF adalah untuk mengatasi ancaman terhadap ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di kawasan Coral Triangle region yang meliputi mengelola prioritas bentang laut, bentang geografi skala besar untuk investasi dan aksi dalam hal pelaksanaan dan perluasanpraktik terbaik. Menerapkan pendekatan ekosistem dalam manajemen perikanan dan sumber daya laut lainnya termasuk Mangrove.

Terima kasih untuk Bupati dan Sekda Minahasa Utara. senang disini, terima kasih sudah mengundang kami di acara ini.
Hari ini, kami bersih pantai dan tanam mangrove, kita menanam mangrove, kemudian 20 tahun lagi kami bisa kembali lagi untuk melihat mangrove sudah tumbuh besar.
ini kegiatan yang bagus sekali, kemarin ke paradise saya bicara mengenai ekonomi hijau dan biru. contoh di Philippines, mereka sudah kehilangan 70% mangrove mereka, sementara di sini (Palaes), ada 310 Ha, wah ini sangat luar biasa. Kami berterima kasih pada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa yang terus menjaga mangrove untuk kepentingan ekonomi.
dan kami mengharapkan kedepan dapat bekerjasama lebih banyak lagi,” ucap Dr. Frank Griffin Director CTI-CFF dari Papua Nugini.

Hukum Tua Desa Palaes Jeini G. Morong mengatakan, “Bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang telah menujuk Desa kami untuk menjadi salah satu kunjungan dalam event Internasional UCLG ASPAC, mengangkat destinasi wisata hutan mangrove di desa Palaes.

Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Palaes yang adalah Desa Wisata Bahari ini, memiliki tujuan untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Nasional dan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan mendayagunakan aset dan potensi yang dimiliki juga untuk mendukung program, visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, S.E., MAP., MM., M.Si. dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H. untuk mewujudkan Minut Hebat, melalui perubahan untuk kemajuan dan kesejahteraan berlandaskan iman dan gotong royong, khususnya di Sektor Pariwisata”, tukas Hukum Tua Desa Palaes Jeini G. Morong.

Pada kesempatan itu, Executive Director CTI-CFF Regional Secretariat, Dr. Frank Griffin memberikan peralatan kebersihan untuk Desa Palaes

Setelah Bersih-bersih Pantai dan Penanaman Mangrove, kegiatan dilanjutkan dengan berwisata di hutan mangrove desa Palaes, yang menjadi salah satu tujuan wisata, wisata pesisir pantai hutan mangrove dengan suguhan keindahan alam yang eksotik. Pengunjung menyusuri sungai dengan perahu, membelah hutan mangrove. Udara yang asri menambah daya tarik wisata hutan mangrove di Desa Palaes.

Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Keplala Dinas DKP Provinsi Sulut DR. Tieneke Adam,  Dinas Pangan Jofieta Supit dan Sekretaris Camat Likupang Barat, Bestrys Arlen Angkouw, S.H.

(enol)