celebestoday.id-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan pengendalian inflasi daerah. Kali ini, melalui Dinas Perdagangan, Pemkab Minut menyambangi wilayah kepulauan.

Pada Selasa (06/09/2026), Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara menyeberangi lautan menuju Pulau Bangka, tepatnya di Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, untuk menggelar Pasar Murah Bersubsidi.
Berbagai komoditas bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar disiapkan untuk membantu masyarakat kepulauan.
Adapun komoditas yang disediakan dalam Pasar Murah tersebut adalah:
1. Beras Premium Rp 55.500
2. Minyak Goreng Premium Rp 16.000
3. Gula Pasir Rp 12.000
4. Tepung Terigu Rp 7.500
5. Telur Rp 50.000
6. Bawang Merah Rp 30.000
7. Bawang Putih Rp 25.000
8. Cabai Rawit Rp 110.000
9. Daging Ayam Rp 30.000
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara, Maxmillian Tapada, mengatakan pasar murah ini merupakan solusi untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau.
Apalagi Desa Lihunu merupakan salah satu desa rawan pangan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara yang membutuhkan sentuhan langsung dari Pemerintah Kabupaten.
“Ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, serta meringankan beban ekonomi warga, khususnya yang berada di wilayah kepulauan dengan tantangan distribusi dan biaya transportasi yang relatif tinggi,” ungkap Tapada.
Kegiatan Pasar Murah Pemkab Minut tersebut mendapat respon positif dari warga setempat. Salah satunya diungkapkan oleh warga Desa Lihunu, Bapak Elias Buhago.
“Pasar murah ini sangat membantu kami di tengah musim kemarau panjang ini sehingga bisa mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga murah,” terang Elias.
Diketahui, Program Pasar Murah yang digaungkan Pemkab Minut merupakan wujud komitmen Bupati Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin W. Lotulung untuk menghadirkan pelayanan yang merata hingga ke wilayah kepulauan, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses bahan kebutuhan pokok yang terjangkau. (**)
