Pemkab Minut lakukan sosialisasi dan edukasi cegah dini kebakaran

 

Celebestoday.id-Minut- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut)terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan dini bahaya kebakaran kepada masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui simulasi penanggulangan kebakaran yang digelar di Halaman Mall Pelayanan Publik (MPP), Jumat (03/07/2026).

Kegiatan ini diprakarsai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Minahasa Utara. Sebelum simulasi, DPMPTSP bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut memberikan materi sosialisasi terkait langkah antisipasi kebakaran serta mitigasi bencana gempa bumi.

Dalam simulasi, petugas Damkar memperagakan prosedur penanganan kebakaran sejak tahap awal. Salah satu materi utama adalah penggunaan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta yang terdiri dari pegawai dan masyarakat yang sedang beraktivitas di MPP juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung cara menggunakan APAR sebagai langkah awal saat terjadi kebakaran.

Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Minahasa Utara, Richard Dondokambey, mengatakan simulasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesiapan seluruh pegawai maupun pengunjung MPP dalam menghadapi situasi darurat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan pelayanan publik. Melalui pelatihan dan simulasi, kami berharap seluruh pegawai memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat sehingga risiko dan dampaknya dapat diminimalkan,” ujar Richard.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan bencana.

“Dengan adanya simulasi ini, kami ingin mewujudkan lingkungan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat,” tambahnya.

Pemkab Minut menegaskan sosialisasi dan edukasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkala di berbagai instansi dan fasilitas publik. Tujuannya agar masyarakat memiliki pengetahuan dasar dalam penanganan kebakaran dan dapat bertindak cepat serta tepat saat terjadi keadaan darurat. (enol)