Boltim – Semangat kebersamaan Kaum Bapa Katolik Keuskupan Manado kembali menggelora. Sebanyak 72 paroki dari Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah turun dalam Konferensi Ke-VIII dan Pertemuan Raya KBK yang digelar di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Desa Guaan, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Senin–Kamis, 1–4 Juli 2026.

Kegiatan empat tahunan ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan Uskup Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC. Seremoni pembukaan turut dihadiri Bupati Bolaang Mongondow Timur Oscar Manoppo, Wakil Bupati Argo Sumaiku, serta unsur Forkopimda Boltim.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian adalah Paroki Santa Ursula Watutumou, Kabupaten Minahasa Utara. Dipimpin Pastor Paroki RD Bernardinus Palangngan, MSC, sebanyak 265 personil KBK Santa Ursula mengikuti seluruh rangkaian lomba.

“Konferensi dan Pertemuan Raya ini menjadi momen memupuk kebersamaan dan semangat melayani. Kaum Bapa sebagai pilar utama gereja memiliki peran sangat signifikan. Sebagai pemimpin keluarga, pelayan dalam gereja, dan pendidik iman, kaum bapa diharapkan menjadi teladan hidup Kristiani yang baik dan benar. Semua yang kita lakukan hanya untuk kemuliaan Tuhan,” tegas RD Palangngan.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, kekompakan, dan tetap bersemangat selama mengikuti kompetisi.
Kontingen KBK Santa Ursula dipimpin Ketua KBK Paroki Oldy Wagey, didampingi Sekretaris Oktavianus Karowan dan Bendahara Hironimus Soda.
“Kami ikut di semua kegiatan lomba kategori antar paroki, termasuk defile. Kami akan tampil maksimal. Soal target juara kita lihat nanti,” ujar Oldy Wagey dengan nada optimis.
Berdasarkan jadwal panitia, KBK Santa Ursula akan ambil bagian dalam lomba Catur dan Gregorian di hari pertama. Hari kedua, Tari Pasutri, Baca Kitab Suci, dan Pendarasan Mazmur. Hari ketiga, Line Dance dan Koor Seri A. Sementara defile dijadwalkan pada hari keempat, bertepatan dengan penutupan.
Koordinator Seksi Acara Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK, Valentinus Kalangi, menjelaskan total ada 72 paroki yang berkompetisi selama empat hari.
“Lomba terdiri dari kesenian dan olahraga. Untuk kesenian ada Paduan Suara Seri A, B, dan Gregorian, Tari Pasutri, Line Dance, Pendarasan Mazmur, Baca Kitab Suci dan Renungan. Olahraga meliputi Catur dan Defile. Sedangkan Tenis Meja dan Volly dipertandingkan di tingkat Kevikepan,” terang Kalangi.
Panitia memperkirakan puluhan ribu anggota KBK se-Keuskupan Manado akan memadati arena defile pada hari terakhir penutupan, dengan menampilkan berbagai kreativitas yang menggambarkan iman Katolik.
Konferensi dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manado ini diharapkan menjadi ruang mempererat persaudaraan, sekaligus meneguhkan peran kaum bapa dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. (**)
