Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut)memastikan dukungan penuh bagi kontingen daerah yang mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo. Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Nofly G. Wowiling, saat meninjau lokasi penginapan peserta, Jumat (20/6).

Didampingi tim pendamping kontingen, Sekda Wowiling mengecek fasilitas peserta, mulai dari tempat istirahat, ketersediaan air bersih, sanitasi, hingga layanan konsumsi. Ia juga berdialog langsung dengan para peserta untuk memastikan kondisi mereka tetap prima selama mengikuti agenda nasional tersebut.
“Kenyamanan dan kesehatan peserta adalah prioritas. Dengan fisik yang terjaga, para petani, nelayan, dan penyuluh bisa mengikuti seluruh rangkaian PENAS secara optimal,” tegas Wowiling.
Ia menambahkan, kehadiran kontingen Minut di PENAS bukan sekadar partisipasi seremonial. “Mereka membawa nama daerah. Harapannya, kesempatan ini dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang nantinya diterapkan di Minahasa Utara,” ujarnya.
Sebanyak 60 peserta dari Minahasa Utara tergabung dalam kontingen Sulawesi Utara, yang total mengirim lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kabupaten/kota.
Menurut Wowiling, PENAS memiliki peran strategis sebagai forum pertemuan petani dan nelayan dengan berbagai inovasi di sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan. Peserta dapat mempelajari teknologi baru, pola pengelolaan usaha yang lebih efektif, serta strategi menghadapi tantangan perubahan iklim.
Pemkab Minut berharap para peserta dapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing seusai kegiatan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan ditularkan ke kelompok tani maupun nelayan di daerah.
“Yang terpenting adalah implementasi. Hasil dari PENAS harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh upaya peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan,” kata Wowiling.
PENAS XVII di Gorontalo diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah pertukaran pengalaman, promosi inovasi, serta penguatan kolaborasi untuk pembangunan pertanian dan kelautan yang berkelanjutan. (**)
