Bupati Joune Ganda Launching 8 Aplikasi Inovasi PKN II, Tegaskan Jangan Hanya Formalitas

celebestoday.id- Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., secara resmi meluncurkan 8 proyek inovasi hasil Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII, di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (3/11/2026).

Delapan aplikasi dan inovasi yang diluncurkan tersebut adalah Aksi Kelabat, SIPERINTIS MINUT, SIKLABAT, Dewi Minut Memikat, SIGAP BANGUN MINUT, Dua Hasil Satu Lahan, SIFORSA MINUT, dan KILAT DESA.

Peluncuran tersebut menjadi puncak dari rangkaian PKN Tingkat II Angkatan XXIII yang diikuti oleh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Minut.

Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa proyek inovasi yang disusun tidak boleh hanya dijadikan formalitas demi mengincar sertifikat kelulusan. Proyek tersebut harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta memberi manfaat konkret bagi masyarakat.

“Jangan sampai proyek inovasi ini hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban agar mendapatkan sertifikat. Sasaran utama kita adalah bagaimana menghasilkan inovasi yang benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat,” tegas Joune Ganda.

Menurutnya, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ini didanai oleh anggaran pemerintah sebagai bentuk investasi peningkatan kapasitas aparatur. Oleh karena itu, hasil dari proyek inovasi harus sebanding dengan peningkatan kinerja birokrasi, pendorong iklim investasi, dan mendukung pembangunan daerah.

Ia menambahkan bahwa setiap proyek inovasi, termasuk 8 aplikasi yang baru diluncurkan, akan dikawal ketat melalui proses pengawasan, evaluasi, serta menjadi salah satu tolok ukur penilaian dalam kegiatan mentoring.

“8 aplikasi ini harus hidup, dijalankan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Minahasa Utara. Bukan hanya launching hari ini lalu selesai,” ujarnya.

Selain menyoroti proyek peserta PKN II, Joune Ganda turut memberikan dorongan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Minut untuk terus membangun etos kerja yang disiplin, produktif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

Ia mengingatkan agar ASN tidak terjebak pada budaya kerja pasif atau sekadar menjalankan tugas administratif di balik meja.

“Jangan hanya duduk dan melihat masyarakat datang tanpa memberikan bantuan. Kalau ada warga yang bertanya, arahkan dan bantu mereka. Hal-hal sederhana seperti itu juga merupakan bagian dari pelayanan,” kata Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam pelayanan birokrasi, terutama untuk mendukung pertumbuhan investasi di berbagai sektor prioritas seperti pertanian, perdagangan, pergudangan, hingga pariwisata.

“Investor membutuhkan kepastian dan kejelasan. Kita harus membangun kepercayaan agar investasi terus meningkat. Aplikasi-aplikasi yang kita launching ini harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan itu,” pungkasnya. (enol)